HOME ABOUT US ANALISIS CONTACT



A
N
A
L
I
S
I
S
Ir.Lindur Siburian, ANZIIF, AAAIK
Risk Management & Financial

Consultant


Ada Apa dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero)

Jiwasraya menunda atau belum membayarkan nilai tunai jatuh tempo polis yang jatuh tempo itu pada Rabu, 10 Oktober 2018 senilai Rp 802 Milyar. 


Akhr-akhir ini, kita dikejutkan oleh berita keterlambatan atau tertundanya pembayaran nilai jumlah tunai jatuh tempo polis produk JS Proteksi Plan yang diperkirakan sebesar Rp 805 Milyar.  Hal ini berdasarkan surat yang dilayangkan oleh Direktur Keuangan Danang Suryono dan Direktur Pemasaran Indra Widjaja memberitahukan manajemen PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) QQ Pemegang Polis JS Proteksi Plan terkait keterlambatan tersebut.   Nilai yang harus dibayarkan ini berasal dari 711 polis yang tersebar di 7 mitra bancassurance. Permintaan maaf mememang sudah dilayangkan atas keterlambatan tersebut dan perusahaan menyatakan siap membayarkan bunga sebagai kompensasi sebesar 5,75% per tahun (netto) kepada pemegang polis.

Pertanyaan adalah apakah tidak ada dana yang sudah dicadangkan atau memang sedang mengalami kesulitan liquiditas? 

Tentu saja berita ini menghebohkan publik dan paling tidak membuat rasa was-was para pemegang polis, bagaimana perusahaan sebesar Jiwasraya belum melakukan kewajibannya dan tanpa ada penjelasan sehingga muncul surat "komplain" tersebut.

Untuk memahami persoalan ini, mari kita sejenak memahami duduk persoalannya.

Jiwasraya bermula dari NILLMIJ, Nederlandsch Indiesche Levensverzekering en Liffrente Maatschappij van 1859, yang didirikan pada 31 Desember 1859. Pada tahun 1973, Perusahaan Negara Asuransi Djiwasraya berubah status menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Asuransi Jiwasraya dan pada 1984 berubah lagi menjadi PT Asuransi Jiwasraya.

Dalam tahun buku 2017 kemarin, Jiwasraya mengantongi laba bersih Rp 360.3 milyar dari Rp 1.7 Triliun pada tahun 2016. Sementara, premi netto perusahaan asuransi jiwa pelat merah tersebut mencetak kenaikan 21,52% ke posisi Rp 21,80 triliun. Sedangkan investasi jiwasraya naik 20,19% ke level Rp 41,74 triliun, sehingga hasil investasi terkerek 21,09% menjadi Rp 3,86 triliun.  Di saat yang sama juga terjadi penurunan nilai aset dari Rp33,71 triliun pada akhir 2016 menjadi Rp31,90 triliun pada akhir 2017.   Angka ini memang sangat fantastis ditengah kesulitan yang dialami oleh perusahaan asuransi akhir-akhir ini.  Selain itu Jiwasraya juga hampir setiap tahun mendapatkan penghargaan dari lembaga lembaga pemeringkat.  Namun dua indikator ini belum bisa menjadi indikator apakah sebuah perusahaan survive atau tidak. Itu lebih banyak dipersepsikan sebagai strategy branding perusahaan.  Penulis jadi ingat bagaimana Garuda dibawah kepemimpinan Emirsyah Satar, di beritahukan sebagai perusahaan yang luar biasa, selalu mendapat penghargaan, namun pada kenyataanya saat ini Garuda babak belur.

Pertanyaannya adalah apa yang terjadi dengan tertundanya pembayaran benefit asuransi dari salah satu nasabah, dan ini baru satu nasabah.  Semestinya dengan laporan rugi laba yang disebutkan di atas, maka hal ini tidak semestinya terjadi.  Namun yang perlu si pahami adalah bahwa asuransi itu adalah ketidak pastian.  Dengan nilai premi Netto per tahun sebesar Rp 21,80 triliun, maka bisa dibayangkan berapa nilai pertanggungan atas premi sebesar itu.  Luar biasa tentunya angka ini yang perlu diketahui  sehingga bisa menilai apakah perusahaan ini going on track atau sesungguhnya bermasalah dalam liquiditas. Benar-benar sangat mustahil tidak bisa melakukan pembayaran hanya Rp 802 Milyar, atau jangan jangan saat ini jumlah tunai jatuh tempo polis-polis di perusahaan ini sudah menggunung.  Dan sebagaimana diketahui bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga Juli 2018, hasil investasi asuransi jiwa masih minus sekitar Rp 3,52 triliun.  Tentu ada korelasinya sebab asuransi Jiwa sangat mengandalkan hasil investasi.

Adapun, produk bancassurance yang ditunda pembayarannya oleh Jiwasraya adalah JS Proteksi Plan. Jiwasraya seharusnya membayarkan polis yang jatuh tempo itu pada Rabu, 10 Oktober 2018 dan hingga saat ini, Jiwasraya tidak memiliki cashflow untuk melakukan pembayaran, kecuali segera menjual aset atau melakukan pinjaman segera.




LAINNYA TERKINI

CONTACT
Jakarta, Indonesia
Email: info@triptoba.com