HOME ABOUT US ANALISIS CONTACT



A
N
A
L
I
S
I
S
Ir.Lindur Siburian, ANZIIF, AAAIK
Risk Management & Financial

Consultant


Penyebab Rupiah Tiba Tiba Perkasa dan Menjadi Mata Uang Terkuat Di Asia

Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan tertinggi di Asia lawan dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat (23/11/2018


Berita baik dalam minggu ini, datang dari nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS.  Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan tertinggi di Asia lawan dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat (23/11/2018). Rupiah pun menjadi yang terbaik di Asia.

Pada penutupan pasar kemarin, US$1 saat penutupan pasar spot setara dengan Rp 14.535. Rupiah menguat 0,27% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sehari sebelumnya. 

Pertanyaannya adalah apakah penyebab sehingga rupiah tiba tiba begitu perkasa. 

Berdasarkan release Informasi dari Bank Indonesia bahwa pada perdagangan Jumat transaksi valas antar bank sangat aktif, dan lebih banyak yang melepas valas dari devisa hasil ekspor dan arus masuk modal portofolio asing. Pelepasan devisa oleh eksportir dan investor asing bahkan sempat membuat kurs Rupiah menyentuh level terkuat.   Dengan demikian penguatan rupiah di tengah sentimen di pasar keuangan global yang cenderung variatif menunjukkan investor global tetap memiliki pandangan positif terhadap kebijakan peningkatan suku bunga oleh Bank Indonesia, dan tidak adanya pasokan baru (new issuance) Surat Berharga Negara sampai akhir tahun dari Pemerintah.

Selama November 2018 tercatat arus modal asing yang masuk ke pasar sekunder SBN mencapai Rp 27,5 triliu, sehingga sejak awal September sampai dengan akhir November secara total mencapai Rp 47,4 triiun
 
Faktor lainnya adalah bahwa dari sisi global, pasar saham merespon positif sinyal stance kebijakan moneter yang lebih lunak (dovish) dari beberapa pejabat the Fed, setelah sebelumnya mengkhawatirkan langkah the Fed yang terlalu cepat menaikkan suku bunga sehingga memicu pelepasan saham. 

Sementara di Eropa, tercapai kesepakatan draft political declaration terkait future trade relationship antara Uni Eropa dan Inggris sehingga mendorong penguatan nilai tukar mata uang Euro dan Pound Sterling terhadap dolar AS. 

Oleh karena itu, faktor eksternal dan reaksi pasar lebih dominan dalam mengangkat penguatan rupiah. 
 
Hal lain yang perlu diantisipasi adalah pasar masih wewaspadai  dan cenderung bersikap sidelines menjelang pertemuan Presiden Trump dengan PM Xi Jinping pada G20 meeting di Argentina akhir bulan ini. 



LAINNYA TERKINI

CONTACT
Jakarta, Indonesia
Email: info@triptoba.com