HOME ABOUT US ANALISIS CONTACT



A
N
A
L
I
S
I
S
Ir.Lindur Siburian, ANZIIF, AAAIK
Risk Management & Financial

Consultant


Strategy Iklan Partisipatif

Kata kunci kesuksesan Asian Games 2018 adalah partisipasi aktif masyarakat yang dibangun dalam konteks lagu meraih bintang


Asean Games 2018, telah usai. Euforia pesta besar yang dipersiapkan oleh panitia penyelenggara dalam waktu yang tanpa terasa berlalu begitu saja.  Namun dibalik peristiwa-peristiwa penting serta kesuksesan Indonesia sebagai penyelenggara masih banyak memori yang tidak bisa terlupakan begitu saja.  Salah satunya adalah pesan sponsor melalui iklan.

Masih ingat dengan “Energy of Asia”.  Slogan utama dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.  Slogan ini menjadi sebuah bahasa yang sangat komunikatif mampu membangkitkan spirit kebersamaan, kesatuan  ditengah munculnya isu sara dan perbedaan akhir-akhir ini.  Terbukti, selama penyelanggaraan Asian Games 2018, tim dari berbagai negara telah mempertontonkan sportivitas yang elegan dan juga tanpa ada noda oleh para suporter.

Selama penyelenggaraan turnamen, banyak perusahaan yang terlibat sebagai sponsor.  Salah satu hal yan menarik adalah Theme Song Asian Games 2018 “Meraih Bintang”, Selama kompetisi berlangsung, lagu ini mampu mengajak partisipatif dari masyarakat hingga membawa kebahagiaan dan telah sukses dalam membuat strategy promosi partisipatif yang efektif sepanjang penyelenggaraan.  Presiden Jokowi sebagai kepala negara mengundang seluruh penduduk Indonesia untuk menjadi bagian dari Indoensia, untuk nersatu padu bersama Tim.    Caranya adalah dengan mengajak warga Indonesia untuk ikut berjoket, berdayung hingga lagu ini terkenal ke seantero dunia.  Itulah iklan partisipatif dalam menunjukkan Indonesia.  Kampanye ini sukses mengajak warga negara untuk menjadi satu tim besar, satu keluarga yang menunjukkan solidaritas yang kuat untuk mendukung Indonesia.  Dan bahkan masih banyak lagi, program promosi partisipatif yang dilakukan oleh Pemerintah.  Strategy ini mampu mengalahkan para sponsor utama dalam merebut persepsi publik.  

Pengenalan produk tidak semata-mata hanya dilakukan dengan pembuatan TVC, banner atau print-out.  Tapi perusahaan yang jeli membaca situasi akan melakukan strategy dengan memanfaatkan moment dan situasi psikologis masyarakat sehingga lebih mempermudah penetrasi.  Event besar seperti Asian Games adalah moment yang tepat karena konsentrasi sebagian besar masyarakat tertuju pada kegiatan tersebut.

Selain event besar seperti Asean Games, hal-hal yang berbau kontroversial juga bisa dimanfaatkan oleh para pemasar dalam mendobrak penjualan produknya. Fenomena Davinci Code misalnya.  Buku Davinci Code, adalah sebuah karya fiksi. Semua nama, karakter, bisnis, organisasi, tempat, peristiwa dan kejadian adalah hasil imajinasi Dan Brown sang penulis buku tersebut.  Dalam buku karya aslinya, pernyataan ini jelas-jelas dimuat dalam disclaimer.  Namun dalam terjemahan bahasa Indonesia terbitan Serambi, disclaimer ini dihilangkan.  Entah penterjemahnya amatiran atau ada maksud lain, yang jelas buku dan film The Davinci Code telah menjadi best seller.

Ada banyak faktor yang menjadikan Davinci Code diminati banyak orang.  Pertama adalah bahwa Cerita dan peristiwa yang terkandung dalam buku menceritakan history Yesus Kristus sebagai mana kepercayaan umat kristiani. Suka atau tidak, segala cerita tentang Yesus sejak lama selalu menarik perhatian publik. Penyebabnya adalah karena ada lebih dari sepertiga penduduk dunia atau lebih dari 2 milyar orang menjadi pengikut Yesus.  Faktor kedua adalah bahwa cetita dalam buku tersebut menampilkan beberapa fakta.  Novelnya memang fiksi, namun penulis menuturkan sejumlah fakta dan penggalan-penggalan informasi yang sebagian adalah fakta, walaupun sebagian besar lagi sangat lemah kebenarannya.  Ketiga, Da Vinci diterbitkan di AS sehingga diuntungkan oleh peranan AS yang begitu besar dalam globalisasi informasi. 

Dalam teori komunikasi disebutkan bahwa "persepsi adalah kebenaran". Artinya dalam era komunikasi yang canggih seperti saat ini berbagai pesan "fiksi" yang dikemas dengan strategi komunikasi yang canggih akan direspon oleh otak manusia sebagai suatu kebenaran.   Dan ini yang terjadi dalam Davinci Code.  Pengalaman-pengalaman rohani oleh para pengikut Yesus serta adanya perbedaan kepercayaan dari pihak lain menjadikan perkembangan cerita Davinci Code sangat pesat.  Experience dan juga pengemasan launching yang rapih memiliki peranan penting atas kesuksesan Davinci Code sebagaimana Indonesia dalam mengemas promosi Asian Games 2018.

Pada saat mendisain produk dan paket promosi maka banyak pertimbangan yang mungkin bisa dilakukan oleh para pemasar pada saat mau me-launching produk.  Kuatnya assosiasi brand dengan gairah konsumen menjadi faktor penting sehingga komunikasi iklan bisa efektif.  Hal ini yang terdapat pada strategy promosi di piala dunia dan juga kesuksesan Davinci Code. Faktor Times to makes Friends misalnya yang tergabung dalam kegiatan promosi T-Com dalam event piala dunia terbukti sangat efektif.  Diseluruh sudut kota Indonesia.  Mereka ikut berpartisipasi seakan-akan ikut ambil bagian di lapangan hijau, menghadang serangan lawan dan sama-sama ingin menghajar.  Semua larut dalam emosi kebersamaan yang secara tidak langsung berada dibawah payung promosi T-Com.  Hal yang sama terjadi dalam buku Davinci Code. Faktor emosi, rasa ingin tahu menjadi faktor penting dalam kesuksesan penjualan buku dan film tersebut.

Dalam melakukan promosi, maka kata kunci dalam memenangkan peperangan iklan untuk merebut persepsi publik adalah interaktivitas, otentisitas, dan kredibilitas.  Interaktivisitas terkait dengan experience yang kemudian bisa membangkitkan emosi.  Kalau emosinya positif maka akan berdampak pada pembentukan persepsi yang baik atas produk.

Iklan menjadi sangat penting dalam memperkenalkan produk kepada konsumen.  Even-even besar seperti piala dunia menjadi sarana yang pas untuk dimanfaatkan oleh para marketer.  Namun kebanyakan iklan menjadi tidak efektif bila publik merasa terganggu dengan keberadaannya.  Sehingga iklan partisipatisf yang mampu mengarahkan konsumen kepada sentuhan pengalaman pribadi (personal experience) tentu menjadi pilihan paling pas.

Perusahaan asuransi tentu juga harus jeli dalam melakukan stratgy iklan. Sulitnya konsumen memahami produk ini tentu menjadi hambatan dalam memperkenalkan produk asuransi kepada konsumen, apalagi kendala terbatasnya budget promosi di Industri ini.  Akan lebih mudah konsumen memahami produk asuransi bila didasarkan pada pengalaman pribadi.  Selamat berkarya.



LAINNYA TERKINI

CONTACT
Jakarta, Indonesia
Email: info@triptoba.com